Pada sebuah tengah malam, pada saat seharusnya saya sudah terlelap dalam istirahat, terjadi sebuah diskusi dengan seorang sahabat saya yang (sepertinya) sama sintingnya dengan saya. Diskusi yang diawali dengan penyampaian keluh kesah dan rencana pengiriman surat komplen olehnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa itu pun dimulai setelah dia bertanya pada saya.