Posted in May 2011

“Jadi menurut lo, Tuhan itu adil nggak?”

Pada sebuah tengah malam, pada saat seharusnya saya sudah terlelap dalam istirahat, terjadi sebuah diskusi dengan seorang sahabat saya yang (sepertinya) sama sintingnya dengan saya. Diskusi yang diawali dengan penyampaian keluh kesah dan rencana pengiriman surat komplen olehnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa itu pun dimulai setelah dia bertanya pada saya.

Kenapa “CINTA DODOD”?

Ini novel ke-empat saya, diterbitkan secara self published (lagi) lewat Leutikaprio. Banyak yang bertanya, kenapa sih judulnya “CINTA DODOD”? Haha…entahlah, saya juga tidak punya alasan khusus untuk memakai judul itu. Cuma yang kepikir itu aja pas mau nentuin judulnya. Yang ingin tahu sinopsisnya, bisa baca di sini ya, kawan

Tapi kau pasti sedang bersamanya

Senja hampir tiba, kabut dingin mulai turun menyelimuti lereng gunung. Hujan yang sejak pagi tak henti-hentinya menghujam perut bumi mulai mereda, berganti gerimis. Gerimis yang walau tampak lemah gemulai membelai dedaunan di pinggiran hutan, namun terasa sangat kesyahduannya. Dan tak bisa kusangkal, meninggalkan jejak sendu di benakku yang hampa.